• Our Programs
    • English Courses
      • General English
      • IELTS Preparation
      • TOEFL Preparation
    • Simulation Test
      • General English Placement Test
      • IELTS Simulation Test
      • TOEFL Simulation Test
    • Other
      • Community Development
      • Computer Literacy
      • Internship
  • SUP Programs
    • SUP 2021
    • SUP Vokasi 2020
    • SUP Tutors
  • About SAGU

    About SAGU Foundation

    • Who We Are
    • Our Strategic Direction
    • What We Do
    • Our Team
    • Partners
    • Collaborators
    • Annual Reports
    • Contact
  • Blog
  • More
    • Faimbari House
    • SAGU Online Learning
    • SAGU Web Mail
    • SAGU Online Library
    Who we are   |    What we do   |    Our Team   |    Partners   |    Annual Reports   |    Contact
    Call: +62 813-1217-0710   or    Email: info@sagufoundation.org
    SAGU Foundation
    • Our Programs
      • English Courses
        • General English
        • IELTS Preparation
        • TOEFL Preparation
      • Simulation Test
        • General English Placement Test
        • IELTS Simulation Test
        • TOEFL Simulation Test
      • Other
        • Community Development
        • Computer Literacy
        • Internship
    • SUP Programs
      • SUP 2021
      • SUP Vokasi 2020
      • SUP Tutors
    • About SAGU

      About SAGU Foundation

      • Who We Are
      • Our Strategic Direction
      • What We Do
      • Our Team
      • Partners
      • Collaborators
      • Annual Reports
      • Contact
    • Blog
    • More
      • Faimbari House
      • SAGU Online Learning
      • SAGU Web Mail
      • SAGU Online Library

      Blog

      Home » Blog » Jejak Kecil dari Nggam Bu, Catatan Perjalanan Tim SAGU Foundation

      Jejak Kecil dari Nggam Bu, Catatan Perjalanan Tim SAGU Foundation

      • Posted by Admin
      • Categories Blog
      • Date December 3, 2025

      Vingky Robaha

      Hal yang sangat luar biasa menurut saya adalah cara masyarakat lokal berpartisipasi dan bekerja sama dalam menjaga kearifan lokal namun di saat yang bersamaan juga menopang ekonomi masyarakat yang ada di sekitar Kali Nggam Bu. Saat kami berkeliling, saya dapat melihat alam yang hijau dan air kali yang biru dan dingin memberikan kesan yang sangat tenang dan nyaman. Kami juga belajar tentang cerita sejarah Kali Nggam Bu dari masyarakat lokal serta belajar beberapa kata dalam bahasa setempat. Lokasi yang sangat tenang dan bersih membuat saya juga menjadi sangat senang saat berenang dan bermain di arum jeram yang tersedia. Makanan yang disajikan juga sangat enak terutama ikan saos dan sayur lilin dan ditutup dengan snack penutup yang tidak kalah enak yaitu sagu bakar isi coklat dan kelapa muda.

      Samuel Bosawer

      Banyak hal yang dapat dipelajari dari tempat ini. Salah satunya adalah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta kemampuan mereka memanfaatkan potensi alam sebagai sumber penghasilan tanpa harus merusaknya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pariwisata dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan. Masyarakat lokal juga telah mulai membangun sistem manajemen pengelolaan tempat wisata yang terpadu. Mulai dari pengaturan jumlah pengunjung, penyediaan fasilitas ramah lingkungan, hingga pemanfaatan rakit sebagai sarana transportasi air yang bebas dari limbah bahan bakar. Upaya ini bertujuan menjaga kebersihan perairan dan ekosistemnya, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.

      Lucia Runggeari

      Perjalanan ke Yombe Namblong Ecotourism menjadi pengalaman berharga yang penuh kesan. Saya belajar banyak dari keterlibatan masyarakat dalam mengelola ekowisata, menjaga alam, dan merawat budaya mereka. Setiap langkah terasa istimewa karena menunjukkan bagaimana harmoni antara manusia dan alam dapat tercipta. Sebagai seorang ibu, momen terpenting bagi saya adalah memperkenalkan anak saya pada keindahan alam Papua yang unik, sehingga ia dapat tumbuh dengan rasa cinta dan bangga terhadap tanah kelahirannya. Menyusuri Nggam Bu, berakit-rakit ke hulu sambil menikmati suasana yang menyenangkan, menjadi simbol perjalanan yang sederhana namun begitu bermakna. Kami disuguhkan dengan makanan tradisional yang telah disiapkan oleh mama-mama kampung Namblong, mulai dari sayur-sayuran, hingga olahan sagu yang dimasak dengan khas. Hidangan ini bukan sekadar makanan, tetapi juga cermin kearifan lokal pangan lokal yang disuguhkan menjadi lambang keberlanjutan hidup dan hubungan yang erat antara masyarakat dengan alam yang mereka jaga.

      Elisa Faidiban

      Cerita indah di Namblong Eco Tourism, saya sangat senang sekali karena dapat pelajaran nyata untuk bisa pergi berwisata ke River Trip Nggam Bu. Banyak hal yang saya dapat saat di sana yaitu masyarakat sangat kreatif untuk mengembangkan tempat sekitar agar menjadi sektor wisata buat turis lokal maupun mancanegara. Mereka juga sangat menjaga lingkungan sekitar karena ada pepatah “Kita jaga alam, alam jaga kita”, dan hasilnya pasti diberikan melimpah karena alam adalah mama buat kita anak-anak Papua. Kami juga belajar bahasa di sana dan dikenalkan pada makanan khas mereka. Jadi saya sangat berterima kasih kepada SAGU Foundation karena telah memberikan saya kesempatan untuk merasakan dan mendapatkan pengalaman berharga di Namblong.

      Kanaan Abidondifu

      Mengunjungi Ekowisata Yombe Namblong sungguh pengalaman yang mengesankan. Selama 1 jam 30 menit kami menyusuri sungai biru dengan rakit bambu, ditemani rintik hujan yang menenangkan dan suasana alam yang sangat damai. Airnya jernih, udaranya segar, membuat perjalanan terasa syahdu. Setelah itu, kami disuguhi makanan tradisional yang lezat dan disajikan dengan sangat bersih. Yang membuat hati saya kagum adalah melihat kebersamaan masyarakat—warga kampung bersama para tetua adat bergandengan tangan mengelola ekowisata mereka sendiri. Kehangatan, kearifan, dan kesederhanaan ini menjadikan Yombe Namblong bukan sekadar destinasi, tetapi juga teladan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya lokal.

      Janzen Faidiban

      Ini merupakan kesempatan pertama mengunjungi lokasi wisata Kali Biru II yang saat ini telah menjadi wisata Rakit Bambu. Kesan awal sejak datang adalah akses jalan ke lokasi yang sudah cukup baik walaupun di beberapa titik masih perlu ada perbaikan ringan. Tempat parkir yang cukup untuk kendaraan roda empat dan roda dua, dan fasilitas seperti toilet/ruang ganti, pondok berteduh, life jacket, rakit, serta pemandu wisata semuanya tertata dengan baik. Kesan lainnya adalah usaha dan niat para pengurus yang telah berupaya mengubah bentuk kali dengan membersihkan dahan sagu dan kayu sehingga menjadi tempat wisata yang nyaman. Upaya ini juga membuka peluang pendapatan bagi masyarakat sekitar yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Harapannya agar usaha ini semakin dijaga dan dilestarikan oleh orang-orang yang tepat.

      Rachel Mansawan

      Kegiatan SF Outing 2025 di Namblong Ecotourism Nggam Bu menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Sejak tiba, kami disambut dengan udara sejuk alami, panorama hutan hijau yang menenangkan, serta kejernihan aliran sungai yang mempesona. Pengelola lokal menjelaskan bahwa nama “Nggam Bu” memiliki arti khusus: nggam adalah nama sungai, sementara bu berarti air. Konon, tempat ini dahulu menjadi lokasi para leluhur mencari makan. Yang membuat perjalanan semakin berkesan adalah pengalaman menyusuri sungai dengan rakit sambil menikmati keindahan alam sekitarnya. Selain itu, masyarakat masih memegang teguh tradisi bermakna, seperti mencuci muka dan tangan sebagai simbol penghormatan terhadap alam. Dari perjalanan ini, saya belajar bahwa wisata sejati menghadirkan hiburan sekaligus pengetahuan tentang budaya, kebersamaan, dan harmoni dengan lingkungan. Skietnang (Terima Kasih)!!

      Romibo Rumaikewi

      Namblong Ecotourism di Nggam Bu mencentang semua komponen ekowisata dengan baik, mulai dari kelestarian alam, pemberdayaan masyarakat adat, hingga nilai edukasi bagi pengunjung. Saya terharu menyaksikan bagaimana Papua semakin maju, di mana masyarakat adat mampu mengelola sumber daya alamnya sendiri dengan cara yang modern sambil tetap menjaga kearifan lokal. Hasilnya tidak hanya menjaga lingkungan tetap lestari, tetapi juga memberikan nilai ekonomi nyata yang langsung kembali ke komunitas. Spot ini juga menjadi salah satu tempat terbaik untuk rekreasi di Jayapura. Saya menikmati semua foto saya di berbagai sudut tempat wisata ini untuk dibagikan di Instagram pribadi saya.

      Diana Kambuaya

      Sangat menarik sekali karena kami dapat melihat juga belajar bagaimana kearifan lokal masyarakat Namblong bermanfaat untuk masyarakat setempat terutama anak-anak muda dan perempuan kampung Namblong. Pengetahuan masyarakat lokal tentang keberlangsungan alam sangat hebat seperti pembersihan sungai karena merupakan tempat minum nenek moyang, 24 telaga tempat tinggal ikan-ikan sungai, memancing sesuai kebutuhan.

      Zefa Mofu

      Setelah mengikuti outing di Namblong Ecotourism, saya merasa sangat senang dan bersyukur atas pengalaman berharga ini. Saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang bahasa daerah Namblong, tetapi juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat yang ramah serta belajar mengenai adat istiadat mereka yang penuh makna. Selain itu, kegiatan menaiki rakit bambu dan menyusuri kali sejauh kurang lebih 1 km selama 1 jam menjadi pengalaman seru yang tak terlupakan. Semua momen ini memberikan kesan mendalam, menambah wawasan, serta mempererat rasa kebersamaan dengan teman dan masyarakat di Namblong.

      Sonai Morin

      Pertama kali tiba di wisata Namblong Ecotourism, saya sangat senang karena melihat birunya kali (Nggam Bu) serta beberapa tumbuhan lokal di sekitarnya. Setelah sampai, kami menaiki rakit untuk menyusuri arus kali menuju checkpoint. Selama di rakit, kami disuguhi suasana yang sangat alami dengan udara segar. Pembawa rakit cukup ramah ketika ditanya, meskipun agak pendiam. Sesampainya di checkpoint, kami disediakan makanan lokal yang sangat lezat. Setelah itu, kami menikmati wisata dengan mandi di Nggam Bu. Pengalaman ini sangat menyenangkan, mulai dari awal perjalanan hingga saat pulang. Menurut saya, Namblong Ecotourism sangat nyaman dan alami. Oleh karena itu, sebagai pengunjung kita juga harus menjaga tempat tersebut dengan tidak membuang sampah sembarangan di area wisata.

      Perjalanan kami ke Nggam Bu meninggalkan beragam kesan yang sama-sama bermuara pada satu hal: kekaguman terhadap keindahan alam, keramahan masyarakat, dan kekuatan budaya yang hidup di Namblong. Setiap pengalaman kecil—dari naik rakit bambu hingga mencicipi pangan lokal—mengajarkan kami bahwa tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi ruang belajar tentang harmoni antara manusia, alam, dan adat. Kami mengajak siapa pun yang membaca artikel ini untuk datang dan merasakan sendiri kedamaian Nggam Bu, sekaligus mendukung bisnis lokal dan usaha masyarakat adat yang menjaga wilayahnya dengan penuh tanggung jawab. Dengan ekowisata, kita tidak hanya menikmati keindahan Papua, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian alam, penguatan hak-hak adat, dan keberlanjutan ekonomi komunitas yang menjadi penjaga tanah ini sejak dahulu.

      Tag:Ecotourism, Nggam Bu, SAGU Foundation, SAGU Outing, Wisata

      • Share:
      User Avatar
      Admin

      SAGU Foundation is a local NGO based in Jayapura, Papua. Our focus is on Human Resources Development and Research in Papua.

      Previous post

      Namblong Bangkit: Masyarakat Adat Membangun Masa Depan Ekowisata Berkelanjutan
      December 3, 2025

      Next post

      Annual Report 2025
      December 15, 2025

      You may also like

      Strengthening Digital Skills for Learning and Work A Community Development Program for Fategomi Youth in Jayapura
      Strengthening Digital Skills for Learning and Work: A Community Development Program for Fategomi Youth in Jayapura
      24 December, 2025
      1-Day Training Workshop For GKI Sunday School Teachers – SF
      1-Day Training Workshop For GKI Sunday School Teachers
      23 December, 2025
      English Fun Day With Books
      English Fun Day With Books
      20 December, 2025

      Search

      Categories

      • AMINEF (1)
      • Annual Reports (3)
      • Beasiswa Siswa Unggul Papua (2)
      • Blog (64)
      • Comdev Project Cycle 1 2025 (8)
      • Comdev Project Cycle 2 2025 (5)
      • English Courses (5)
      • Faimbari House (4)
      • Fulbright (2)
      • IELTS (1)
      • Info Session (3)
      • Information Technology (3)
      • KOPERNIK Program (1)
      • Mamberamo Raya (1)
      • Sale (1)
      • Scholarship (2)
      • Talkshow (1)
      • Teaching English (1)
      • Tips (3)
      • Training (1)
      • Uncategorized (3)
      • Yahukimo (2)


      SAGU Foundation is an NGO based in Jayapura, Papua. We were established on January 17, 2015. Our service focus is on Human Resource Development and Research in Papua.

      SAGU stands for “Strengthening, Assisting, Generating, Utilizing.”

      +62 813 1217 0710
      +62 821 9796 4985
      info@sagufoundation.org
      Instagram Facebook Linkedin Tiktok Youtube

      Learn About Us

      • Who We Are
      • What We Do
      • Our Team
      • Partners
      • Collaborators
      • Annual Reports
      • SAGU Online Learning
      • SAGU Web Mail
      • SAGU Online Library

      All The Programs

      • General English
      • IELTS Preparation
      • TOEFL Preparation
      • General English Placement Test
      • IELTS Simulation Test
      • TOEFL Simulation Test
      • Community Development
      • Computer Literacy
      • Internship

      Copyright © SAGU Foundation - All right reserved.

      • Privacy & Policy
      • FAQ
      • Contact